Pages

Subscribe:

Link

Friday, 21 October 2011

Klasifikasi Sumber Daya Alam

"Ilmu Alamiah Dasar"
#
Semakin menipisnya sumber daya alam konvensional, diperlukan suatu usaha untuk mendapatkan sumber daya alam yang baru atau dengan memanfaatkan sumber daya alam yang "renewable" atau nonkonvensional secara maksimal.

Sumber daya alam nonkonvensional yang mulai dikembangkan penggunaannya, seperti: (a) energi matahari, (b) energi panas bumi, (c) magma, (d)energi angin, (e) energi pasang surut, (f) energi biogas, (g) energi biomassa.

Beberapa alternatif pengembangan sumber energi nonkonvensional yang dikembangkan untuk mengganti sumber energi konvensional yang terbatas jumlahnya adalah sebagai berikut.

Energi matahari.
Cahaya matahari dapat diubah menjadi energi listrik dengan jalan menangkap cahaya matahari dengan beribu-ribu fotosel. Fotosel dapat dibuat dari silikon yang sisi-sisinya dilapisi dengan Boron dan Arsen.

Untuk mendapatkan voltase yang tinggi dan arus yang kuat, ribuan fotosel dihubungkan secara seri-paralel. Energi matahari dapat juga diubah menjadi energi panas dengan pertolongan cermin cekung.

Energi panas bumi.
Panas dari gunung berapi bersumber dari magma. Bila di dekat magma tersebut terdapat cadangan air maka air itu akan mendapatkan panas. Rembesan air panas ke permukaan bumi dapat merupakan sumber air panas, berupa semburan uap atau semburan air panas. Panas bumi berupa uap air panas dapat digunakan untuk menggerakkan turbin yang dapat menggerakkan generator listrik.

Energi angin.
Langsung dapat diubah menjadi listrik dengan menggunakan kincir angin yang dihubungkan dengan generator listrik.

Energi pasang surut.
Dapat dimanfaatkan dengan menggunakan dam yang memiliki pintu air yang dapat diatur pembukaannya. Pada saat air laut pasang, air laut masuk ke dalam dam melalui pintu air. Bila air surut maka air laut akan ke luar juga melalui pintu air yang sama. Di pintu air itulah dipasang turbin yang dapat menggerakkan generator listrik.

Energi biogas
Prinsipnya adalah memanfaatkan jasad hidup sampah melalui cara pembusukan dengan pertolongan bakteri pengurai. Bakteri itu diperoleh dari kotoran kerbau atau sapi. Gas yang sebagian besar adalah metan dapat dibakar untuk keperluan masak memasak.

Energi biomassa
Bahan bakunya adalah sampah organik. Panas yang timbul, digunakan untuk memanaskan ketel uap. Uap yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan generator listrik.

Dalam rangka pelestarian sumber daya alam ini, usaha yang dilakukan menggunakan beberapa prinsip antara lain prinsip:

daya toleransi;

inoptimum;

faktor pengontrol;

ketanpabalikan;

pembudidayaan

Manusia dan Lingkungan Hidup

Manusia banyak berperan dalam pengubahan ekosistem. Manusia sebagai organisme secara ekologis sangat dominan. Dominan secara ekologis ini tergantung pada kemampuan organisme dalam kompetisi untuk memperoleh kebutuhan hidupnya yang esensial.

Dominasi manusia juga diperoleh karena kemampuannya mencipta dan menggunakan alat-alat serta menggunakan api. Dengan menggunakan alat-alat, manusia dapat bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Manusia lebih banyak memanfaatkan ekosistem dibandingkan dengan organisme lain. Manusia cenderung untuk memanfaatkan ekosistem secara berlebihan. Ekosistem dieksploitasi juga untuk tujuan-tujuan nonkonsumtif. Manusia mempengaruhi evolusi organik dengan cara pembudidayaan hewan dan tumbuhan, penciptaan habitat baru serta persebaran hewan dan tumbuhan. Penduduk yang banyak dan berkembang secara pesat dapat mempertinggi kerusakan lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan membawa efek negatif terhadap penduduk. Pemanfaatan sumber daya alam harus bijaksana. Manusia merupakan organisme yang mencemari lingkungannya sendiri. Sumber utama polutan adalah rumah tangga, pertanian, industri, transportasi dan rekreasi. Polutan dapat berbentuk padat, cair dan gas.

Indonesia dalam menanggulangi masalah kependudukan dan lingkungan melaksanakan beberapa cara yaitu:

menyukseskan program keluarga berencana;

menyukseskan program transmigrasi;

melaksanakan industrialisasi;


Sumber daya alam (SDA) adalah semua kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sumber daya alam diklasifikasikan berdasarkan pembentukannya terdiri atas 3, yaitu:

1. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (Renewable Resource)
Dikatakan demikian karena alam dapat mengadakan pembentukan kembali dalam jangka waktu yang relatif singkat. sumber daya alam ini terbentuk dengan 2 cara, yaitu
a) Pembaharuan dengan reproduksi
Terjadi pada sumber daya alam hayati. Akan tetapi walaupun dapat terus bertambah denganm cepat, jika pengelolaannya kurang tepat, sumber daya alam ini juga dapat punah dan sekali sumber daya alam ini punah maka alam tidak dapat membentuknya lagi.
b) Pembaharuan dengan adanya siklus
Beberapa sumber daya alam seperti air dan udara terjadi dalam proses berputar atau siklus, dengan adanya siklus ini pula sumber daya alam ini terbaharui.
Beberapa hal dapat menurunkan kualitas maupun kuantitas sumber daya alam yang terbaharui ini:
a. Pencemaran udara (penurunan kualitas atmosfer)
b. Penebangan hutan (penurunan kualitas dan kuantitas air tanah)

2. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (Unrenewable Resource)

#
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui ("nonrenewable resources") atau sering disebut sumber daya alam konvensional adalah sumber daya alam yang hanya dapat digunakan satu kali dan setelah itu habis, tidak dapat diperbarui lagi. Contoh dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah bahan bakar yang berasal dari fosil, seperti bahan bakar minyak, batu bara, gas bumi, dan beberapa yang bukan dari fosil seperti energi nuklir.

Sumber daya alam ini mempunyai jumlah yang relatif tetap atau mungkin bisa dikatakan semakin sedikit jumlahnya. Ini dikarenakan pembentukan sumber daya alam ini memerlukan rentang waktu yang sangat lama sehingga sumber daya alam ini dapat habis. Contohnya antara lain : bahan mineral, minyak bumi, gas alam dan SDA fosil lainnya. Sumber daya alam ini dibedakan Menurut daya pakai dan nilai konsumtifnya yaitu :
a. Sumber daya alam yang tidak cepat habis
Tidak cepat habis karena nilai konsumtif manusia terhadap SDA ini relatif dalam jumlah sedikit. Contoh : intan, dan batu permata.
b. Sumber daya alam yang cepat habis
Cepat habis karena nilai konsumtif manusia terhadap SDA ini relatif dalam jumlah yang banyak. Contoh : gas alam dan minyak bumi.
Dalam UU No. 11 tahun 1967 tentang pertambangan, barang-barang tambang dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
1) Golongan A yaitu golongan bahan galian strategis (penting untuk pertahanan dan keamanan negara atau menjamin perekonomian negara). Contoh : minyak bumi, batubara, bahan radioaktif, tembaga, besi, alumunium, timah, dan mineral logam lainnya.
2) Golongan B yaitu bahan galian vital (penting untuk hajat hidup orang banyak). Contoh : emas, perak, magnesium, batu permata, asbes dan lain-lain.
3) Golongan c yaitu golongan bahan galian selain Golongan A dan Golongan B di atas. Contoh: bahan industri (batu kapur)

3. Sumber daya alam yang tidak habis/kekal
Sumber daya alam ini merupakan sumber daya yang banyak terdapat di alam dan tidak dapat habis. Contoh : udara, cahaya matahari, dan air laut.

sumber : dosen ut-online.2012.elearning.ut.ac.id. jakarta.kelas mahasiswa ut-online.

No comments:

Post a Comment